Teknologi DADSS Siap Dipasang untuk Deteksi Pengemudi Mabuk

Saat berkendara, pengemudi harus dalam kondisi yang sehat dan baik dan salah satunya adalah terbebas dari obat dan minuman keras. Terdapat undang-undang yang mengatur mengenai peraturan kondisi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang harus dalam kondisi yang wajar dan penuh konsentrasi yaitu pada pasal 106 ayat (1) UU No. 22 Th 2009. Pidana yang akan diterima berdasarkan pada pasal 283 UU No. 22 Th 2009 adalah paling lama 3 bulan dan denda paling banyak adalah sebesar Rp 750 ribu rupiah. Namun, pada prakteknya, perbuatan tersebut juga bisa dijerat dengan menggunakan Pasal 311 UU No. 22 Th 2009 karena memakan korban, baik luka ringan hingga meninggal dunia.

Berdasarkan pada data yang berasal dari NHTSA atau national highway traffic safety administration atau badan keselamatan lalu lintas AS, mengemukakan jika 10 ribu kematian pert tahunnya disebabkan karena alcohol dan 30% diantara merupakan korban lalu lintas. Karena hal tersebut NHTSA sejak tahun 2008 mengembangkan teknologi terbaru yang disebut dengan DADSS atau driver alcohol detection system for safety program.

Teknologi DADSS tersebut merupakan teknologi untuk mendeteksi pengendara  pengaruh alkohol. Dengan adanya teknologi tersebut maka diharapkan pengemudi mobil bisa mengetahui cara yang nyaman dan aman. Hal itu disebabkan karena teknologi tersebut akan mendeteksi lewat sentuhan serta nafas dari pengemudi sehingga jika pengemudi tersebut mengemudikan mobil setelah menenggak minuman keras, maka mobil secara otomatis akan menolak untuk dikendarai.

Teknologi DADD sebagai regulator keselamatan yang ditanamkan ke mobil ataupun untuk kendaraan beroda lebih dari 4 ini menggunakan 2 sistem . Sistem tersebut adalah:

  • Breathalyzer yang akan dipasang pada kemudi roda sehingga dapat mendeteksi apakah pengemudi tersebut punya BAC atau blood-alcohol concentration pada darah lebih dari 0,08% atau tidak. Pendeteksian tersebut akan dilakukan lewat helaan nafas pengemudi.
  • Tombol start atau kunci kotak dengan sensor infrared. Sistem tersebut bisa membaca BAC dari pengemudi yang akan memindai jari dan jika terdeteksi BAC lebih dari 0,08% maka DADDS akan langsung aktif sehingga akan mematikan sistem komputer dari mobil dan membuat mesin tidak bisa menyala.

Sistem yang dirancang oleh NHYSA ini bekerja tidak lebih dari 1 detik. Dengan adanya teknologi yang dirancang untuk mengetahui apakah pengemudi dalam kondisi mabuk atau tidak sebelum mengendarai kendaraan roda empat, diharapkan bisa menyelesaikan suatu masalah yang disebabkan karena pengendara yang mabuk sehingga angka kecelakaan bisa berkurang. Menurut beberapa sumber, mengemukakan jika teknologi ini sudah tersedia pada tahun 2018 namun, sumber lain menyebutkan jika teknologi tersebut dapat terealisasi pada tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *